Review Melbourne Wedding Marathon by Almira Bastari

Review Melbourne Wedding Marathon by Almira Bastari

Judul : Melbourne Wedding Marathon
Penulis : Almira Bastari
Penerbit : Grasindo
ISBN : 978-602-452-571-2
Tebal : 218 halaman



 

Hayoo.. siapa yang lagi tergila-gila sama Tigran nih? Nah kali ini aku mambawa saudaranya 😁 yaitu abang Anantha di kisahnya Melbourne Wedding Marathon. Ikutin terus ya~

Blurb :
Sydney Deyanira
Wanita cerdas, mandiri, ambisius, dan perfeksionis. Sydney merasa patah hati ketika sahabat yang ia kencani selama satu semester terakhir memilih berpacaran dengan orang lain. Dijuluki sebagai ahli percintaan prematur. Sydney mulai berpikir untuk melakukan apa yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, menjalin hubungan palsu dengan orang baru.

Anantha Daniswara
Pria sukses, arogan, suka bergonta-ganti pasangan namun masih belum berdamai dengan masa lalunya. Demi memenuhi tantangan mantan pacarnya, Anantha nekat meminta pelayannya sendiri untuk menjadi kekasihnya.

Melbourne bukan kota cinta dan jauh dari kata romantis. Sebagi kota yang paling nyaman ditinggali di dunia, Melbourne menjadi awal baru bagi dua insan yang tertekan dengan rentetan pesta pernikahan!


Sydney mendapati dirinya begitu malang. Sahabat yang diharapkan akan menjadi satu-satunya tempat berlabuh justru telah memilih berpaling darinya dan berkencan dengan gadis lain. Rafka, memilih berkencan dengan Clara dan meninggalkan Sydney dengan alasan keadaan Sydney yang dikenal begitu superior sehingga membuat para lelaki minder.

Ditambah lagi dengan banyaknya undangan pernikahan yang harus Sydney hadiri terkadang membuatnya muak. Di usianya yang hampir seperempat abad dan belum mendapatkan pendamping menjadikan Sydney sebagai sorotan dari orang-orang.

Detira, sahabat sekaligus housemate Sydney. Cantik, pintar dan yang terpenting Putri dari Kerajaan Malaysia. Rafka yang entah sejak kapan menjadi sinis kerap kali membandingkannya dengan Detira. Tanpa harus dibahas pun Sydney tahu kalau ia tak akan mampu menyamai Detira terutama dari segi latar belakang keluarga. Tapi haruskah Rafka menyerang Sydney dengan kata-kata yang menyayat hati? Belum lagi rentetan kata yang menyatakan bahwa gadis seperti Sydney tak pantas untuk bersanding dengan cowok-cowok dari kalangan jetset. Sebenarnya apa maunya si Rafka ini sih?

Belum cukup puas dengan menyakiti hati Sydney, Rafka seakan menabur garam dia atas luka. Bukankah Rafka sendiri yang sudah mengibarkan bendera putih bahkan disaat dia belum berjuang?

Ihhhhh kesel bangettt sama Rafka, dia ini maunya apa sehhh??? Udah mencampakkan Sydney abis itu dia malah makin menjadi-jadi. Seakan-akan Sydney itu pendosa yang nggak pantas menerima hal-hal baik gitu lohh. Padahal dia sendiri yang kelakuannya kayak bunglon, berubah-ubah nggak punya pendirian. Ihh rasanya pengen jambak Rafka. Untung aja Sydney nya masih sabar.


Anantha selalu dicecar untuk menghadiri acara-acara yang diadakan teman-temannya. Sungguh demi apapun Anantha bahkan tak akan pernah sudi untuk datang. Apalagi di setiap acara itu selalu dihadiri orang yang selama ini Anantha hindari. Sebenarnya mudah saja bagi Anantha untuk mengajak wanita untuk menghadiri acara itu. Fisik jangan ditanya, belum lagi latar belakang kelurga yang membuat siapapun melotot.

Anantha terkejut saat dia meminta seorang 'tukang masak' spesialis Indonesia dari temannya. Ia mengira akan bertemu dengan wanita paruh baya yang mengenakan daster batik. Namun salah, ia justru bertemu dengan gadis jangkung dengan gerak-gerik yang begitu menggambarkan seorang gadis independen.

Entah kerasukan setan apa, Sydney menerima tawaran kerja sebagai koki di penthouse mewah karena alasan sepele. Sydney yang merasa tidak seahli koki profesional hanya merasa aneh saat masakannya begitu disukai oleh bosnya. Bosnya yang sangat muda dan TAMPAN itu bahkan membuat Sydney hampir membelalakan matanya di pertemuan pertama mereka.

Hingga lontaran kalimat yang dilemparkan Anantha benar-benar membuat Sydney terkena serangan jantung.

Tanpa basa-basi, Anantha berhasil membuat Sydney terserang migrain. Bagaimana tidak, mereka baru saja bertemu tapi Anantha justru meminta Sydney untuk menjadi pacarnya?!?!?! Jelas Sydney merasa kalau Anantha memiliki niat jahat.

Namun Anantha menawarkan sebuah pilihan menarik, yang Sydney ketahui ia juga membutuhkan Anantha sebagai kekasihnya.

Sydney mengiyakan tawaran Anantha. Dan hubungan mereka membuat Danisha kalang kabut. Belum lagi Rafka yang berkali-kali 'mengingatkan' Sydney untuk segera berpisah dari Anantha dengan alasan Sydney tidak cukup pantas berhubungan dengan Anantha. Lain hal dengan Detira yang begitu mendukung hubungan keduanya.

Anantha memainkan perannya cukup baik begitu juga dengan Sydney. Bahkan bahasa formal keduanya telah hilang entah kemana. Anantha bahkan begitu perhatian terhadap Sydney entah untuk memantapkan perannya atauuuu entahhlahh.. hingga terkadang tingkah Anantha membuat jantung Sydney berdetak lebih cepat.

Aaakkkhhh... pokoknya bagi yang udah baca novel ini pasti kerjaannya ngefly nggak karuan. Gilaaa Nantha bener-bener bikin anak orang baper. Dan kalo ngeliat Rafka bawaannya pengen sleding ni anak.

Kata temen-temen yang sudah baca nih ya, di novel sebelumnya yang belum revisi katanya banyak banget menemukan typo. Menurut aku sih kalo yang di edisi revisi nggak terlalu banyak. Meskipun ada beberapa penggunaan 'saya, aku' yang terkadang salah tempat agak sedikit membuat aku bingung. Sebenernya masalah seperti itu lumayan krusial sih. Seperti di novel Resign dimana perbedaan kata 'saya, aku' sangat berdampak besar.
Keduanya terjebak dalam permainan yang mereka buat sendiri. Terlalu larut dalam permainan hingga tanpa sadar kalau perasaan juga ikut bermain di dalamnya. Namun permainan tetaplah permainan, harus diakhiri apapun yang terjadi.

Anantha dan Sydney memang tak bisa mengelak pada perasaan masing-masing. Ketertarikan diantara mereka begitu kuat meskipun penyangkalan dilakukan berkali-kali. Namun beranikah mereka memperjuangkan cinta mereka yang diawali dengan sebuah langkah yang salah? Belum lagi segala rintangan yang akan menghadang keduanya sudah terlihat di depan mata, masih sanggupkah keduanya untuk berjuang? Atau kembali mundur memutar arah dan berjalan di jalan masing-masing?

Lagi, aku dihadapkan dengan wanita independen. Aku sangat-sangat menyukai karakter Sydney, sangat kuat dan tak mudah tergoyahkan. Mungkin aku menyukai karakter wanita yang seperti itu. Makanya aku sangat menyukai Sydney di novel ini. Dan Ananthaaaaa 😆😆😍😍😍 oh goshhh... aku jatuh cinta banget sama dia, he drive me crazyyy... kalau abang Tigran memiliki sifat yang kaku tapi bikin gemes 😍 nah bang Nantha ini jago banget bikin lutut anak orang gemeteran aakkkkhhhh... aku suka saat di benar-benar membuktikan kata-katanya lewat tindakan.

Meskipun masih banyak typo di sana-sini yang lumayan menganggu tapi termaafkan oleh kisahnya yang sangat-sangat keren. Kak Almira juga sangat mendetail menggambarkan Kota Melbourne, berasa lagi jalan-jalan ke Melbourne nihh 😁

Dan juga bagi kamu yang lagi kena reading slump, wajib banget baca ini, soalnya langsung sembuh secara ajaib wkwkwk. Beneran, ini kisahnya tuh manis banget dilengkapi dengan konflik yang sangat pas. Pokoknya aku suka banget novel ini, interaksi antara Anantha-Sydney bener-bener bikin baper dan kak Almira jago banget bikin chemistry diantara mereka dapettt bangett 😍😍

Oh iya btw, aku dari awal sampe akhir masih kesel banget sama Rafka fix, otw santet onlen Rafka wkwkwk 😂😂 tapi aku kasian juga sama dia 😂 sudahlahh aku maapkeun dia 😆

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

Review Break A Leg by Umi Astuti

Review La La Love by LEALA