Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

    Happy Weekend 🤗🤗 sedang baca buku apa hari ini? Atau siapa yang lagi kena reading slump nih. Nah novel yang aku bawa ini cocok banget buat nyembuhin reading slump. Jadi, waktu itu emosiku sedang parah-parahnya, lagi masa-masa stress dan down gitu. Terlalu banyak pikiran dan kejadian makanya aku sampe nggak mood ngapa-ngapain salah satunya aku mengalami reading slump terparah. Aku coba baca-baca buku tapi akhirnya aku tutup lagi dan eng ing eng.. setelah aku coba baca bab awal novel ini aku langsung bisa tenggelam dengan cepat. Duhh kepo nggak tuh? Kepoin bareng aku yukk


Judul : Fireflies In The Midnight Sky
Penulis : Fransisca Todi
Penerbit : Gramedia Pustaka
ISBN : 978-602-038-284-5
Tebal : 360 hlm
Diterbitkan pertama kali pada tahun 2018






 

Blurb :
"Hidup ini kejam. Hidup mempermainkan kita tanpa ampun. Menindas, mencemooh, bergembira melihat kita hancur, berbahagia saat kita terempas--"

"Tapi hidup mempertemukanku denganmu."

Alyssa bergabung dengan grup gerilya untuk bertahan hidup sejak negerinya diserang meski sebenarnya membenci kekerasan. Di tengah situasi yang semakin genting. Alyssa dikirim dalam misi yang berakhir kacau, lalu akhirnya terdampar dengan kaki terluka di teritori musuh.
.
Dan saat itulah Alyssa diselamatkan oleh Vigo, pemuda misterius yang merupakan musuh negerinya.

Setelah berhari-hari dalam teritori musuh, Alyssa sadar ternyata Vigo lebih mengerti pergumulan dan trauma gadis itu dibanding teman-teman sebangsanya. Namun, mereka berdua bagaikan air dan api. Saling menjinakkan, juga saling membinasakan. Saat ada percikan kasih sayang antara keduanya, adakah masa depan agar mereka bersatu?

"Apa pun yang terjadi di masa depan, ingatlah hari-harimu di sini tanpa penyesalan."

Alyssa dan Mikayl, sepasang sahabat dengan penderitaan yang sama. Sama-sama memiliki rasa dendam yang membara, sama-sama ingin mengembalikan bangsanya yang kini sedang luluh lantak. Peparangan dengan dengan Togaro yang tak kunjung berhenti, makin mendesak bangsa Valestia yang sedang diujung tanduk.

Kehilangan kedua orang taunya makin membuat darah Alyssa mendidih ingin membuat bangsa Togaro ikut membayar penderitaan yang Alyssa rasakan.

Penyelidikannya tentang Togaro sudah tak asing Alyssa rasakan. Berpura-pura menjadi bangsa Togaro tak jarang membuat Alyssa jijik. Namun perannya saat ini begitu penting untuk keselamatan bangsanya. Keahliannya untuk bertarung pun tak bisa dianggap remeh untuk gadis seperti Alyssa.


Namun penyamarannya menjadi bangsa Togaro ternyata gagal total. Penyelidikan Alyssa tentang bangsa Togaro pun ternyata diketahui pihak lawan. Alyssa dan pasukan nya pun terpaksa mundur untuk mencari strategi baru.

Bersama dengan Izolda, Alyssa mencoba melakukan penyelidikan ke Sedera. Sedera menjadi satu-satunya negara netral yang tidak berpihak antara Togaro dan Valestia. Tapi Alyssa tidak menganggap demikian.

Meskipun penyelidikannya gagal, namun Alyssa mendengar bahwa bangsa Togaro menyiapkan senjata rahasia yang didapat dari Sedera untuk menghancurkan Valestia.

Lagi-lagi penyamarannya di Sedera di ketahui oleh bangsa Togaro. Keadaan Alyssa kian terancam. Kakinya mulai goyah, pandangannya mulai gelap. Hanya Izolda yang ada di pikirannya saat ini.

Setelah mendapatkan kesadarannya, Alyssa ternyata berada di rumah orang asing. Kakinya terbebat perban dan seseorang itu muncul.

Pria dengan rambut gelap dan bergelombang sampai ke pangkal leher. Pria itu. Pria yang sama yang pernah ia jumpai. Alyssa makin mengkeret saat mengenali wajah pria itu.

Vigo, pria itu menyebutkan namanya. Entahlah apakah bagi Alyssa ini berkah atau justru bunuh diri.

Keduanya sama-sama merasakan kehilangan, sama-sama menderita menahan amarah yang begitu bergejolak. Rasa dendam, sakit akan kehilangan rasa-rasanya sudah begitu biasa mereka alami.

Salahkah bila melampiaskan amarah? Namun mereka sadar bahwa rasa dendam yang membabi buta juga berujung kepada penyesalan. Lalu, bagaimana dengan mereka yang tidak ditakdirkan untuk bersama seolah-olah semesta tak berpihak kepada keduanya. Karena mereka Air dan Api, sama-sama menyembuhkan tapi juga melenyapkan.

Arrgghhhhhh.... aku cinta banget sama buku ini gimana dong. Gak bisa move on, gak mau move on. Ini salah satu novel fantasy terbaik yang pernah aku baca. Dan aku cinta banget sama Kak Fransisca, karena bener-bener bikin aku terpukau sama ceritanya.

Novel ini itu bergenre fantasy, dengan romance yang bikin ceritanya kian sedap. Aku disuguhin dengan karakter-karakter yang menyimpan rasa dendam, sakit, penyesalan, dan segala macam. Disini ada begitu banyak sudut pandang yang bisa kita dapat mengenai segala macam emosi manusia. Untuk alur sendiri, aku bener-bener dibikin deg-degan dengan plot twist yang wowwww banget sumpah, bener-bener gak terduga.

Gak cuma sisi romansa tapi juga mengangkat tema persahabatan dan kesetiaan. Sebenernya kalau dilihat lagi, romance nya disini nggak mendominasi. Tapi entah kenapa aku malah sukaaaa banget justru dengan bumbu-bumbu romansa yang nggak berlebihan makin menguatkan suasana yang udah dibangun.

Pokoknya novel ini wajib banget dijadiin favorit. Aku rasa novel ini bakalan masuk top 5 list aku tahun ini. Karena aku bener-bener suka ceritanya. Okedehhh see you soon ya gaess..🤗🤗

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Break A Leg by Umi Astuti

Review La La Love by LEALA