Review Break A Leg by Umi Astuti

Review Break A Leg by Umi Astuti

Judul : Break A Leg
Penulis : Umi Astuti 
Penerbit : Namina Books 
ISBN : 978-602-60229-9-8
Tebal : 314 hlm





 


Hai hai aku bawa Mas KPI nih.. sebenernya aku udah lama bacanya, tapi baru bisa posting review sekarang πŸ˜… lanjut ke blurbnya yuks

Blurb :

Angesti adalah seorang Program Director di sebuah televisi swasta. Ia dikelilingi lingkungan yang super konyol--kalau tak mau disebut gesrek-- bahkan keluarganya sendiri seperti itu.

Untuk itu di usianya yang sudah 28 tahun, ia bertekad bisa mendapatkan lelaki serius agar hidupnya bisa lebih tertata. Ia lalu dikenalkan oleh Bima--sahabatnya--kepada Adam.

Berharap, mungkin saja Adam adalah tipe yang dia cari. Ternyata tidak. Adam sama konyolnya dengan yang lain.

Sampai suatu ketika, ia menemukan seorang lelaki serius dari lembaga serius pula: Komisi Penyiaran Indonesia, hanya lewat cerita seklas Ajimara--bosnya. Mulailah Angesti mencari tahu tentang lelaki itu di media sosial. Twitter adalah satu-satunya jalan penghubung keduanya.

Berhasilkah Angesti mendapatkan lelaki idamannya? Atau ia menerima nasib berjodoh dengan makhluk konyol lain?

Di usia ke-28 tahun Angesti sudah dicecar untuk menikah oleh orang tuanya. Gimana mau nikah, sedangkan Ange sendiri nggak punya pacar. Tetangganya, Mas Hamish sangat cocok dijadikan kandidat calon suami. Tapi memang apess, bukannya mendapat dukungan dari orang tunya, Ange malah dapat ledekan yang membuatnya kesel sampai ubun-ubun. Orang tuanya Ange ini gak kalah gesrek dari teman-temannya gaess

Gak berhenti sampai disitu, grup WA bernamakan CMIIW yang isinya cuma konten yang gak akan disukai oleh KPI wkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚ berisikan Ange, Alisa, Bima, Ajimara si bos gesrek, Lidya, Kana, dan Andre. Yang jelas topik pembahasannya ya tentang status Ange yang nggak pernah berubah πŸ˜‚

Pencarian Ange akan calon suami idaman tidak berhenti sampai disitu. Hingga pertemuan bos gesrek--Ajimara dengan lembaga KPI, membuat mata Ange melebar. Farhan, Mas KPI yang kata si bos kayak kanebo kering itu diungkit-ungkit memiliki tampang blasteran dan body bagai model di tipi-tipi. Penasaran, Ange mengetikkan nama Mas KPI di pencarian Twitter. Tak lama berselang, dengam bermodalkan nekat, Ange me-mention tweet si Mas KPI.

Kira-kira di bales nggak gaess πŸ˜‚πŸ˜‚ maluu vrohhh kalo nggak dibales, bayangin aja dehh.


Setelahh mengirim tweet konyolnya itu, Ange gelisah setengah mati menunggu balasan apa yang akan Mas KPI kirimkan.

Farhan Afriandi, Mas KPI ini ternyata tidak merespon apapun mengenai tweet Ange. Sumpahh aku kalo jadi Ange langsung aku blokir si Mas KPI antara malu sama kesal setengah mampus.

Bima yang tak bisa membiarkan status kejomloan pada sahabatnya, mengenalkan Ange pada Adam, Adan sendiri bekerja di stasiun LTV. Stasiun idola Mama Ange yang mana selalu menayangkan sinema India.

Adam tampan, berkulit eksotis khas Asia, dia benar-benar memiliki pesona kuat dengan karakter Indonesianya. Tapi semakin lama mengenal Adam, Ange tahu bahwa Adam sebelas-dua belas dengan Bimaaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ alias sama gesrekkknyaa.

Namun yang tak diduga-duga, kepergian Ange menolong Hamish ke rumah sakit, ternyata membawanya bertemu dengan Mas KPI!!!! Aduhhhh kira-kira gimana reaksi Mas KPI ini ya gaess, eh salah gimana reaksi Ange. Kalo Mas KPI mah ku yakin dia lempeng-lempeng aja πŸ˜‚πŸ˜‚


Pertemuan Ange dan Farhan di rumah sakit menjadi gerbang awal kedekatan mereka. Farhan, pria tipe serius ini sangat sulit dipahami. Bahkan Ange berpikir untuk menyerah dari Farhan.

Tapi seperti sudah keistimewaannya, pria serius ini sangat ahli dalam melumerkan hati seorang wanita dari tindakannya yang terkesan unik.

Ange dilanda kegalauan, Farhan yang begitu sulit dimengerti atau Adam yang sama gesrek dengannya yang cocok dijadikan calon suami. Semua kian parah ketika hubungan Alisa dengan pacarnya berjalan buruk. Yang diketahui Ange bahwa pacar Alisa adalah tipe orang serius.


Break A Leg ini lebih mengisahkan kegundahan seorang Angesti yang diusianya sudah ke-28 tahun tapi masih masih terjebak dalam kesindirian. Desakkan untuk berumah tangga tentu saja sudah dia terima dari berbagai penjuru. Terutama kedua orang tuanya yang sudah tak sabar menimang cucu. Baginya, di usianya sekarang bukan lagi berada dalam hubungan main-main. Hingga tak salah jika dirinya begitu pemilih untuk calon suaminya kelak.

Ini kisah tu kocakkk bangettt bener deh. Rahang ampe sakit saking seringnya ketawa. Mungkin ini salah satu alasan Kak Umi membuat karakter Mas KPI yang kata orang kayak kanebo kering alias serius bangett. Sebenernya ini kisah sederhana, tapi benar-benar menarik. Karakter-karakter tokoh disini seakan real, gak ada yang berlebihan. Apa ya aku kayak merasa mereka itu dari dunia realita.

Menggunakan POV Ange, makin membuat karakter misterius Mas KPI menjadi-jadi. Kehadiran tokoh seperti Bima, Adam, Alisa dan yang lain kian menghidupkan suasana. Oh iya aku baru sadar kalo novel ini gak ada alur mundurnya. Yang jelas aku sangat menyukai novel ini 😍 Karakter Ange itu sangat sulit ditemukan pada perempuan jaman sekarang, mungkin kita harus belajar seperti Ange.

Pelajaran yang bisa diambil adalah pernikahan itu bukanlah ajang perlombaan. Daripada balap-balapan nikah, mending balap makan indomi πŸ˜‚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

Review La La Love by LEALA