Review Man Candy By Indah Hanaco

Review Man Candy by Indah Hanaco

Judul : Man Candy
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Twigora

Tebal : 304 hlm
ISBN : 978-602-61138-7-9
Editor : Christian Simamora

                                        


[Blurb] 
Aku ingin mencintaimu seperti benang-benang yang jatuh dari pangkuan seorang ibu; tak peduli apakah nantinya kau akan memilihku atau harapku berhenti di simpang jalan yang kau tuju.
Saat kau datang waktu itu, aku tak tahu apa yang perlu kusembunyikan lebih dulu darimu–senyum atau tatapan. Namun, kupastikan untukmu; sengaja tak kukunci pintu itu, berjaga jika sewaktu-waktu kau merasa tuntas dengan segala urusanmu, lalu pamit dan berlalu. Aku ingin mencintaimu seperti anak yang berlari dan kembali pulang; tak peduli apakah tubuhku sudah menjadi begitu lelah dan kau hanya diam melihatku yang tak mampu menahan rindu.
Malam itu, aku tiba di masa lalumu–sesuatu yang tak kau ungkapkan pada perempuan-perempuan lain dalam hidupmu. Kudekap seluruh kekhawatiranmu dan kupastikan kau akan baik-baik saja di sini bersamaku. Kepalamu merebah, kata-kata dari benakmu merekah. Hari tak pernah terlalu larut di lantai dua puluh. Dan kota yang ramai begitu jauh… lalu meluruh.


Kali ini aku bawa abang Gabe yang katanya nih sejarah percintaannya beda-beda tipis lah sama abang Taura, alias sama-sama playboy

Setelah kandasnya hubungan Tory dengan Bram si mantan kekasih, membuat Tory tak ingin terlibat dengan kaum adam untuk sementara. Belum lagi tuduhan sang ibu terhadap Tory yang dianggap sebagai dalang kandasnya hubungan mereka, membuat Tory tidak betah tinggal di rumah ibunya lagi.


Bagaimana tidak, hubungan persahabatan antara Bram dan kakak lelaki Tory makin menjadi alasan bagi Tory untuk segera pindah ke apartemen kakak perempuannya yang di Jakarta. Dan juga dengan kepindahan Tory semakin memudahkannya menjangkau tempat bekerjanya yang ada Jakarta, tak perlu menempuh dari Bogor lagi.


Gabriel Maliq si cowok anti-komitmen ini lebih memilih mendirikan lini busana nya sendiri daripada mengikatkan diri dalam bisnis hotel yang dirintis oleh klan Armstrong. Gabe, memiliki alasan sendiri kenapa ia memilih jalannya sendiri. Termasuk dalam memiliki pasangan tanpa ada komitmen di dalamnya.


Pekerjaan Tory sebagai Bridal Consultant membuat Tory sering bercengkerama dengan klien nya. Namun siapa sangka berawal dari hubungan klien, Tory justru menjalin pertemanan akrab dengan Reyta. Reyta yang saat itu menemani calon kakak iparnya untuk memilih gaun pengantin justru merasa cocok untuk berteman dengan Tory. Sampai ketika Reyta mengajak Tory liburan yang diadakan oleh perusahaannya ke Bali.


Yang mengejutkannya lagi, Tory bertemu dengan ‘tetangga menyebalkan’ saat liburannya di Bali, yang tak lain adalah bos dari Reyta sendiri. Gabe, atau pria yang disebut Tory ‘tetangga menyebalkan’ sering memergoki Tory dalam keadaan yang memalukan 


Aku suka banget liat hubungan antara Reyta dengan Gabe, kayaknya status atasan-bawahan hanya sekedar ‘status’, melihat bagaimana Reyta yang sering nyinyir dan sewot ke Gabe  ditambah sikap Gabe yang kelewat santai juga. Mbak Indah juga membawa tentang Bridal consultant, yang pernah dibahas di Love in Auckland jadi aku lumayan tau dikit-dikit.


Gabe menawarkan sebuah hubungan kepada Tory, yang tanpa Tory sadari ia telah menjatuhkan hatinya kepada Gabe.Namun apakah Tory sanggup membuka seluruh hatinya kepada Gabe? Lalu bagaimana hubungan antara Gabe dengan pacarnya yang hampir menikah? Apakah Gabe hanya ingin menjadikan Tory sebagai ‘Pasangan Tiga Bulan’ nya saja.

Aku sukaaaaa bangettt… dari awal sampai akhir aku nikmatin kisah ini banget. Gabe, dengan sifat playboy dan anti-komitmennya. Tory, dengan ketakutan akan hubungannya dengan pria. Dan Reyta dengan mulut nyinyir yang nyelekit . Belum lagi kelakuan-kelakuan Gabe yang bikin anak orang gampang baperr, kebiasaan playboy yang gak akan pernah lepas.


Nah, di Man Candy ini mbak Indah sangat mendalami dunia Fashion, meskipun di novel sebelumnya mbak Indah pernah membahas, tapi di Man Candy ini sangat mendetail. Tapi tenang aja bagi orang yang buta fashion kayak aku, semuanya dijelaskan di catatan kaki kok.


Seperti ciri khas mbak Indah, cerita ini begitu mengalir apa adanya, perasaan Gabe-Tory yang makin berkembang mengikuti alur tanpa ada kesan tergesa-gesa. Novel ini cocok banget dibaca setelah membaca Asmarandana  abis dibikin senut-senut di Asmarandana langsung baca Man Candy yang bikin nge-fly. Cocok bangett deh pokoknya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

Review Break A Leg by Umi Astuti

Review La La Love by LEALA