Review Geekerella by Ashley Poston

 Review Geekerella by Ashley Poston

Judul : Geekerella
Penulis : Ashley Poston
Penerjemah : Lisa Mahardika
Penerbit : Penerbit Spring
Tebal : 392 hlm
Cetakan pertama , Februari 2018







 



Alohaaaa... diriku kembali setelah sekian lama nggak ada posting apapun 😢 jadi ceritanya tiap aku mau posting review itu, ada aja pas aku udah nulis ulasan reviewnya dan akhirnya gak jadi keposting, barulah sekarang aku mulai sembuh (?). Nah kali ini aku membawakan novel dari Ashley Poston yaitu Geekerella. Geekerella ini Cinderella versi modern. Mending kita langsung intipin blurbnya yuk.

Blurb :

Elle Wittimer adalah penggemar Starfield, sebuah serial fiksi sains klasik yang selalu dia tonton bersama ayahnya yang telah meninggal. Jadi, saat dia tahu ada kontes kostum Starfield di ExcelciCon dengan hadiah menggiurkan. Elle bertekad untuk menang. Itu kalau kedua saudari tirinya tidak bertingkah macam-macam.

Darien Freeman tumbuh menjadi seorang aktor yang disukai banyak cewek. Perannya sebagai Carmindor membawa banyak tantangan dari para penggemar, termasuk seorang blogger yang menamai blognya RebelGunner. Karena itu, saat Darien harus pergi ke ExcelciCon, dia menolaknya, sampai dia membuat panggilan salah sambung dengan seorang gadis... Geekerella adalah dongeng yang membuatmu percaya pada kekuatan fandom.


"Sementara Nebula Hitam menelan setiap semesta ke dalam kegelapan, berkumandanglah kisah-kisah tentang secercah cahaya yang bersinar lebih terang dari bintang, yang memberikan harapan kepada orang-orang ketika semua harapan lain telah kandas. Ini adalah kisah tentang kapal bintang Prospero, dan inilah penerbangan terakhirnya.

Lihatlah bintang-bintang. Bidik. Ledakkan."
- Monolog Ending, "Starfield", Episode 54

Elle adalah seorang penggemar Starfield, terutama Carmindor Si Pangeran Federasi. Namun apa jadinya jika sosok yang begitu dikagum-kaguminya justru diperankan oleh orang yang tak disukainya. Elle merasa fandomnya mengalami kehancuran saat Darien Freeman dipilih sebagai Carmindor kesayangannya.

Diawali dengan kisah Elle yang hidup bersama Ibu Tiri dan kedua Saudara Kembar Tirinya. Sama seperti kisah Cinderella yang biasanya, Ibu Tirinya termasuh tokoh antagonis yang selalu mendeskriminasi Elle. Namun aku merasa banyak perbedaan dibandingkan kisah Cinderella, contohnya meskipun Ibu Tirinya terus menyudutkannya, namun Elle berani menyuarakan pendapatnya.

Darien, aktor tampan yang memiliki banyak penggemar. Sosok Carmindor yang akan diperankannya begitu dinanti. Tapi tak sedikit pula yang antipati akan Darien mengenai peranannya itu. RebelGunner, blog dari Fandom Starfield begitu menolak akan peranannya.
Penemuan kostum Carmindor dan Amara di loteng rumahnya membuat Elle bersemangat mengikuti kontes kostum Starfield di ExcelciCon. Dengan Sage, ia membuat kostum Carmindor milik Ayahnya menjadi pas untuk dikenakannya. Belum pernah dibayangkan sebelumnya, Elle menjadi teman dekat Sage, wanita yang kata-katanya bisa dihitung jari. Namun The Pumpkins membuat keduanya menjadi tak berjarak.

Rasa penasaran Darien tak berhenti saat mengetahui kontak salah satu member RebelGunner. Sebuah pesan pun ia kirimkan ke orang asing itu. Tak disangka, pesan-demi pesan yang ia kirimkan disambut baik oleh si orang asing itu. Bermodalkan nama Carmindor, Darien menjadi akrab dengan orang asing yang ia ketahui bernama Elle.


 Elle dan Sage sangat bersemangat saat menghadiri kontes cosplay yang sudah disiapkan dengan susah-payah. Tapi rencana tak berjalan mulus, kostum Carmindor yang akan dikenakan Elle tak bisa dikenakan karena ulah saudara kembarnya. Belum lagi tiket kontesnya yang sudah berbentuk menjadi confetti.

Darien sangat cemas saat ingin menghadiri kontes cosplay di ExcelciCon, apalagi ada sesi tandatangan yang sangat membuatnya gundah. Bagaimana kalau Darien bertemu dengan blogger Rebelgunner itu? Pertanyaan itu tak lepas dari benaknya tapi sesi tandatangannya pun tak bisa dibatalkan.

Kontes Cosplay yang diikuti Elle bukan semata karena Ayah dan Ibunya. Tapi melalui acara itu Elle berharap ia dapat bertemu dengan Carmindornya, yang selalu memanggilnya dengan panggilan Ah'blena. Namun bagaimana bila tiba-tiba Si Carmindor mengiriminya pesan untuk tidak mengganggunya lagi?








Aku sangat suka bahasa yang digunakan, tidak ada kesan berbelit-belit sehingga mudah dipahami. Penggambaran yang sangat mendetail juga membuat suasana kian hidup. Menggunakan POV Elle dan POV Darien secara bergantian sehingga pendalaman karakternya dan porsi dari tokoh keduanya sangat seimbang. Jangan bingung dengan pergantian POV nya karena tiap bab novel ini berganti POV secara konsisten dan berurutan.

Aku merasa alur yang digunakan lambat tapi tak akan pernah merasa bosan justru karena itu aku merasa semakin menikmati ceritanya dan tak ada sedikit pun yang terlewatkan. Meskipun aku merasa di ending kurang puas yaitu konflik antara Elle dan Ibu Tirinya diselesaikan terkesan sepintas(?) Ini hanya pendapatku loh ya.

Nah diawal aku mengatakan bahwa sosok Elle ini mewakilkan perasaanku. Elle adalah anggota fandom starfield, begitu tau starfield akan diperankan oleh orang yang tidak disukainya membuat Elle jengkel. Jujur saja aku rasa hal-hal semacam ini bukan hanya dirasakan aku seorang, tapi untuk seorang booklover pasti sering banget ngalami perasaan ini.

Ketika kita sangat mencintai tokoh atau karakter di sebuah buku, lalu buku itu akan di adaptasi menjadi film dengan diperankan oleh orang yang tidak sesuai ekspektasi kita. Maka aku merasa feeling tokoh yang ada di buku dengan yang di film jauh berbeda. Ini sekadar pendapatku saja, aku nggak tau pendapat di luaran sana. Dan bahkan aku nggak mau menonton film karena tidak suka dengan orang yang memerankannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

Review Break A Leg by Umi Astuti

Review La La Love by LEALA