Review A Sweet Mistake by Vevina Aisyahra

Review A Sweet Mistake by Vevina Aisyahra

Judul : A Sweet Mistake
Penulis : Vevina Aisyahra
Penerbit : Gramedia Pustaka
ISBN : 978-602-03-7834-3
Tebal : 248 halaman




 



Blurb :
Bagi Liona, Rey adalah mahasiswa abadi yang selalu sentimen padanya, cowok yang tidak punya masa depan. Rey hanya beruntung karena memiliki keluarga kaya dan bisa mencukupi kebutuhan hidup tanpa harus repot-repot bekerja. Tapi anehnya, cowok itu mampu membuat sahabat Liona tergila-gila. Apa bagusnya sih?

Sementara bagi Rey, Liona adalah tetangga pembawa sial. Gadis tanpa ekspresi yang sok cool dan menyebalkan. Tapi anehnya pula, teman-teman Rey malah menyukai cewek muka papan itu. Di mana menariknya, coba?

Suatu hari Rey mendapat ide cemerlang untuk mengerjai Liona. Rencana itu dianggapnya akan menjadi tebusan paling manis atas rasa tidak sukanya selama ini. Dan Liona berhasil masuk ke dalam perangkap yang dibuat Rey.

Namun, benang takdir ternyata punya rencana lain. Tak hanya Liona, tapi Rey juga terperangkap. Tak bisa menolak.

Akankah hal tersebut membawa keduanya pada akhir yang bahagia? Atau malah menjadi kehancuran bagi keduanya?

Rey begitu membenci Liona, menurut Rey Liona itu wanita yang nggak punya ekspresi alias kayak papan, datar. Tapi menurut teman-teman Rey, Liona itu sebenernya cantik kalau ekspresinya nggak datar. Dan ungkapan teman-temannya itu justru makin membuat Rey sebal.

Tak berbeda dari Rey, Liona juga sangat tidak menyukai Rey, padahal selama ini Liona tak pernah mencari masalah terhadap lelaki itu tapi ada saja yang dilakukan Rey terhadap Liona untuk membuat gadis itu kesal.

Padahal mereka berdua itu bertetangga, tapi Rey selalu merasa bahwa Liona pembawa sial bagi dirinya sedangkan Liona tidak pernah mengingat dirinya memberi masalah terhadap Rey.

Lalu mengapa Rey begitu membenci Liona?

Waktu pertama kali membaca di bab awal, aku sangat suka interaksi Rey-Liona yang saling beradu argumen, menurut aku itu sangat lucu, di awal-awal kita disuguhin dengan cerita yang ringan dan aku sangat menikmati πŸ˜€


Kali ini Rey gak akan tanggung-tanggung lagi untuk menjahili Liona, apalagi ketika teman-temannya sudah memberinya tantangan untuk itu. Namun saat melancarkan aksinya, Rey dan liona justru terlibat masalah. Mereka terpergok oleh ayah Liona dan Rey, dituduh melakukan hal yang tidak senonoh di depan umum. Hingga keputusan dari orang tua mereka membuat jantung keduanya merosot ke mata kaki.

Siapa yang tidak terkejut, berawal dari kejahilan justru berakhir menjadi pernikahan. Liona yang tidak bisa membantah hanya bisa menunduk pasrah. Sedangkan Rey dituduh memiliki cinta yang bergelora terhadap Liona, terus menyangkal namun tidak ada yang percaya. Belum lagi sang Kakek yang turun tangan makin membuat Rey tak berdaya.

Rey yang berharap mendapat bantuan dari Liona pun hanya bisa berdecak pasrah. Karena sepertinya tak satupun kata yang dikeluarkan Liona di percaya oleh ayah nya. Bahkan ayah Liona sendiri sanggup mengeluarkan kalimat yang begitu menyembilu hati anaknya.

Ada masalah apa antara Liona dan Ayahnya?

Saat mulai-mulai masuk ke bagian tengah, aku sudah mencium bau-bau keganjilan antara Liona dan Ayahnya. Liona sendiri terlihat sangat menyayangi ayahnya, dan begitu juga Ibunya yang begitu lembut terhadap Liona, tapi mengapa Ayahnya begitu keras terhadap Liona?

Mungkin ayahnya butuh akua πŸ˜‚πŸ˜‚ *canda


Rey dan Liona terpaksa menjalani skenario yang telah dibuat oleh keluarganya. Tentu saja hubungan keduanya masih belum membaik. Tapi mereka mulai menyadari keberadaan masing-masing sangat dibutuhkan satu sama lain. Mulai dari hal-hal kecil, keduanya mulai terikat. Meskipun pertengkaran selalu menjadi atribut wajib kebersamaan mereka. Namun hal-hal remeh seperti itulah yang justru membuat keduanya makin tak terpisahkan.

Ditambah masalah yang menimpa Liona, membuat Rey makin ingin melindunginya. Apakah keduanya memang ditakdirkan untuk bersatu? Atau hanya sebagai tempat persinggahan?

Entah kenapa, waktu aku udah mulai masuk baca ke bab ini. Emosi diantara keduanya tuh merasuk ke diri aku banget. Makanya waktu aku baca sampai sini, aku ikutan nangis. Padahal kalau dilihat lagi, sebenernya gak terlalu sedih. Tapi emosinya bener-bener dapet dan mood aku sampe berubah. Bahkan hati aku rasanya kayak diplintir gitu *lebayπŸ˜‚. Pokoknya kalo mau merasakan apa yang aku rasakan wajib banget baca buku ini. Paket komplit bangett ni πŸ‘


Menjalani pernikahan karena keterpaksaan mengharuskan Rey dan Liona untuk saling menerima satu sama lain. Hingga tanpa sadar rasa asing mulai hadir di tiap kebersamaannya. Namun, benarkah rasa asing itu bernamakan 'Cinta'? Atau hanya sekedar menyerupai? Jikalau memang cinta, apakah mereka sanggup untuk terus bertahan dan melangkah maju meskipun kenyataan yang harus mereka jalani ada di depan mata?

Huwaaa.. suka bangett sama couple ini πŸ˜„ interaksi diantara mereka benar-benar natural tanpa ada kesan dibuat-buat. Dan jangan harap setelah pernikahan mereka Rey ini bakalan lembut-lembut gitu, salah besar. Rey justru makin cerewet dan bikin orang pengen nabok πŸ˜‚ tapi gitu-gitu dia udah mulai perhatian dan Liona juga udah mulai terbiasa dan mengandalkan Rey... uuuu co cwiitt 😜

Meskipun di beberapa bagian aku agak sedikit kurang puas, yaitu permasalahan antara Liona dan Ayahnya. Rasanya kurang nampol gitu *apaanditampolπŸ˜‚ tapi aku rasa kak Rara pasti udah punya pertimbangan untuk itu. Mungkin kalo berlebihan kesannya kebanyakan drama kali ya. Dan untuk bagian akhir, sebenernya aku sedikit geregetan sama ini anak berdua πŸ˜† tapi aku suka kak Rara menyelesaikannya dengan ringan dan manis. Pokoknya menurut aku novel ini bener-bener nggak ada dramanya, terkesan alami. Saya suka~saya suka~ *MeiMeiVersion.
.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Fireflies In The Midnight Sky by Fransisca Todi

Review Break A Leg by Umi Astuti

Review La La Love by LEALA